|
Untitled Document
|
|
 |
| |
Etape 8 Tour of Hainan: Sergey Finish Keempat
Hainan – Rabu, 18 November 2009. Etape ke delapan Tour of Hainan membawa hasil positif sekaligus petaka bagi Polygon Sweet Nice. Salah satu sprinter terbaiknya, Sergey Kudentsov mampu bertarung hingga garis finish. Dia mampu mendekati pemenang etape Boris Shpilevskiy dari Russia, dengan catatan waktu sama, 4 jam 21 menit 11 detik.
Menempuh jarak 185 km dari Dongfang menuju Sanya Bay tergolong cukup berat. Selain mampu menempatkan empat pembalap di rombongan terdepan, salah satu pembalap terbaiknya harus gagal finish. Hari Fitrianto gagal meneruskan lomba, karena terabaikan saat mengalami pecah ban.
Direktur Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo puas sekaligus menyesal pada balapan kali ini. Pasalnya dia mampu menempatkan Sergey pada rombongan terdepan, sekaligus di posisi empat besar. Sebelumnya Sergey hanya bisa bertarung hingga posisi ke-13. Namun kali ini dia bisa menempati posisi empat besar hasil finish,” terangnya.
Pada etape ke delapan kemarin konsentrasi tim terpecah menjadi tiga. Sejak Kyrill Kazantsev mengalami kecelakaan di kilometer 30, konsentrasi tim mulai terpecah. Di satu sisi berupaya menempatkan seluruh pembalap di rombongan terdepan, di sisi lain harus mengembalikan Kyrill ke group utama. Di tengah-tengah upaya memasukkan pembalap asal Kazakstan itu, Hari Fitrianto mengalami pecah ban dan tak terlihat.
“Saat itu Hari Fitrianto berada di belakang, ketika kami mencoba memasukkan Kyril ke rombongan terdepan. Dari radio kami mendengar Hari mengalami pecah ban, dan tidak memungkinkan bagi kami untuk mundur atau kembali. Terpaksa kami tinggal,” urai pengusaha makanan itu.
Harijanto sedikit lega melihat kondisi Kyrill yang masih bisa melanjutkan balapan. Mantan pembalap MTB timnas Kazakhstan itu mengalami memar, namun kondisinya tidak terlalu parah. “Saya sudah konsultasi dengan tim medis, dan dia juga saya tanya apakah masih kuat melanjutkan balapan, dia jawab ok. Kita lanjutkan etape final,” tandasnya.
Pada etape terakhir yang berlangsung Kamis (19/11), lomba menempuh jenis kriterium di Sanya, sejauh 72 km. Apapun hasil ini tidak banyak mengubah klasemen. Karena juara bertahan Boris Shpilevskiy diperkirakan berhak atas Yellow Jersey. |
Polygon Sweet Nice Waspadai Empat Etape
SURABAYA
- Tour of Hainan menjadi balapan pertama
Polygon Sweet Nice di awal musim kompetisi 2009-2010. Tim asal kota pahlawan ini
bakal ikut pada lomba yang kini
naik grade dari 2.1 menjadi 2 Horst Category
itu.
Selama mengikuti Tour of Hainan
yang diadakan 11-19 November 2009,
Polygon Sweet Nice bakal mewaspadai empat etape
yang sangat menentukan
hasil lomba. Empat etape itu adalah etape
kedua, keenam, ketujuh, dan kedelapan. Empat etape itu
memiliki tantangan berupa tanjakan tinggi
yang sangat menguras tenaga pembalap.
Seperti tahun-tahun sebelumnya,
bila Tour of Hainan sepenuhnya melombakan medan flat (mendatar). "Tantangan di
medan tanjakan jauh lebih berat di banding medan flat. Bila tertinggal
pada etape datar, masih ada peluang mengejar di
tanjakan. Tetapi bila tertinggal di medan tanjakan,
sulit untuk mengejar ketinggalan," terang Direktur Polygon Sweet Nice, Harijanto
Tjondrokusumo.
Dia mengakui empat etape ini bisa
menjadi pembuktian untuk merebut gelar juara individu. Etape kedua dari Boating
Square menuju Xinglong disuguhi tiga tanjakan.
Dua di antaranya berupa tanjakan menengah, sementara
tanjakan tertinggi terdapat di km 38, setinggi 757 m dpl.
Etape keenam (Chengmai-Xilian
Plantation, 181,4 km) hanya setinggi 260 m dpl. Tetapi ketinggian itu ditempuh
dengan jarak yang relatif pendek.Demikian juga etape ketujuh (Danzhou-Dongfang
187,6 km) disuguhi tiga tanjakan. Ketiga ketinggian itu jaraknya cukup rapat,
meski ketinggiannya hanya 200mdpl. Etape kedelapan (Dongfang-Sanya, 185 km)
tantangan yang disuguhkan tidak hanya ketinggian, tetapi juga rolling.
"Saya katakan penentuan, karena
kita disuguhkan medan flat, kemudian tanjakan, dan bertarung di medan flat
menjelang finish. Ini tantangannya. Kita dituntut memiliki kecerdikan mengatur
strategi dan kecerdasan menyelesaikan balapan menjelang finish," lanjut
Harijanto.
Dari tujuh pembalap yang
disiapkan, tiga pembalap diantaranya adalah sprinter. Sergey Kudentsov, Roman
Krasilnikov, dan Artyom Golovachenko adalah sprinter. Sedangkan Hari Fitrianto
dan Kiril Kazantsev merupakan climber. Sementara dua pembalap lainnya, Jimmy
Pranata dan Herwin Jaya diharapkan bisa menjadi breaker.
"Komposisi yang kami bawa tahun
ini jauh lebih lengkap dibanding dua balapan terakhir. Tahun lalu kita hanya
menurunkan empat pembalap, dan hasilnya kurang memuaskan," tandasnya. Tahun ini
Polygon Sweet Nice berharap bisa menembus papan tengah klasemen tim. |
Sergey Finish Posisi ke-8
SURABAYA-Etape pertama Tour of Hainan belum memberikan hasil positif kepada
Polygon Sweet Nice. Menempuh jarak 131 km dari Sanya Bay menuju Baoting Square,
Rabu (11/11) menempatkan satu pembalap Polygon Sweet Nice di 10 besar.
Pembalap Sergey Kudentsov tercecer di posisi ke-8 tertinggal 8 detik dari
pemenang etape Vitally Buts dari Ukraina. Buts memiliki catatan waktu 2 jam 46
menit 46 detik, disusul rekannya Mykhaylo Khalilov dan Gordon McCaulay.
Direktur Polygon Sweet Nice mengaku puas dengan hasil ini. Hal ini bila dilihat
dari lawan yang dihadapi jauh lebih tangguh. Bahkan tim yang datang, jauh lebih
berat dibanding tahun lalu. Ini memang perjuangan yang berat. "Meski etape
pertama ini sepenuhnyta flat, tetapi medan yang kita lalui cukup menantang,"
terang direktur Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo kemarin petang.
Pada etape pertama kemarin, sejumlah pembalap Polygon Sweet Nice juga tercecer.
Jimmy Pranata dan Herwin Jaya finish diposisi ke-58 dan 59. Sementara Hari
Fitrianto di peringkat 91, Artyom Golovacshenko do posisi ke-95, Roman
Krasilnikov finish di posisi-120. Kelima pembalap ini memiliki catatan waktu
sama terpaut 8 menit dengan pemenang lomba, Satu pembalap lainnya Kyril
Kazantsev tertinggal 4 menit 13 detik karena mechanical problem.
Pada etape kedua hari ini diakui cukup berat. Dimana terdapat tiga tanjakan yang
memberi tantangan berat. Tanjakan pertama di km 19 sudah tersaji tanjakan
setinggi 300 m dpl, dengan jarak tempuh kurang lebih 7 km. Sedangkan di tanjakan
kedua start dari ketinggian 300 m dpl menuju 757 m dpl dengan jarak kurang lebih
10 km. Sementara di tanjakan ketiga tidka terlalu tinggi, namun memberi bonus.
Kali ini Polygon Sweet Nice menempatkan Hari Fitrianto untuk bertarung di medan
tanjakan. "Kita sudah menyiapkan strategi selepas etape pertama. Saya berharap
Hari Fitrianto bisa unjuk gigi untuk bertarung dengan climber dari berbagai
negara," urainya.
Bukan berarti dia menjadi titik kekuatan utama tim. Pembalap asal Probolinggo
itu diharapkan bisa bertarung dengan climber dari berbagai negara untuk berebut
poin. Masalahnya selepas tanjakan terdapat bonus berupa turunan tajam hingga
garis finish.
|
|
Lima Pembalap PSN Bersiap ke Korea
SURABAYA -Polygon Sweet Nice (PSN) bakal memulai kembali laga internasionalnya.
Tim balap sepeda yang didukung produsen sepeda Polygon ini berencana mengikuti
Tour de Korea, pada 5-14 Juni 2009. Balapan di negeri Ginseng ini diakui jauh
lebih berat karena ada peningkatan jumlah etape.
Dalam balapan ini Polygon Sweet Nice akan turun dengan kekuatan penuh. Lima
pembalap yang dipersiapkan merupakan juara team Tour de Jakarta 2009 kemarin. Di
antaranya duo Russia Sergey Kudentsov dan Roman Krasilnikov. Keduanya ditopang
trio pembalap lokal, Hari Fitrianto, Herwin Jaya, dan Jimmy Pranata.
Keikutsertaan Polygon Sweet Nice tahun ini merupakan come back setelah tahun
lalu absen. Pelaksanaan tahun lalu digabung Tour de Korea - Japan yang
diselenggarakan di dua negara. Sementara tahun ini sepenuhnya dilaksanakan di
Korea seperti dua tahun silam.
"Sepuluh etape yang dilombakan tahun ini memiliki tantangan yang cukup berat.
Rata-rata etape yang dilalui banyak rolling. Di antaranya terdapat tanjakan yang
tak terlalu tinggi, tetapi bisa menghancurkan tim," terang Direktur Polygon
Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo.
Data dari Federasi Balap Sepeda Korea, empat etape pembuka rata-rata rolling dan
ketinggian tanjakan tidak lebih dari 300 mdpl. Namun profile stage cukup
menantang dan menyulitkan pembalap. Pada etape kelima, ketinggian mencapai 1.100
m dpl yang hanya ditempuh kurang lebih 10 km.
|
|
Tour of Taiwan
Hari Fitrianto tembus 12
Besar Tour of Taiwan 2009
Usai sudah pelaksanan Tour of
Taiwan 2009. Satu-satunya peserta Indonesia, Polygon Sweet Nice berhasil
menempatkan dua pembalapnya masuk 20 besar. Hari Fitrianto menembus posisi
ke-12 dengan total waktu 18 jam 39 menit 07 detik dan Herwin Jaya berada di
peringkat ke-20 dengan total waktu 18 jam 39 menit 44 detik. Hasil ini
merupakan perolehan terbaik kedua pembalap Polygon Sweet Nice.
"Kalau kita turun dengan
kekuatan penuh, saya yakin hasilnya akan lebih baik. Sementara tahun lalu,
kita turun dengan materi sedikit lebih baik, hasilnya lebih baik tahun ini,”
ungkap Direktur Polygon Sweet Nice Harijanto Tjondrokusumo.
Tahun lalu Polygon Sweet Nice
menurunkan empat pembalap, Hari, Herwin, Riza Pahlevi, dan duo Kazakhstan
Yevgeniy Yakovlev dan Vycheslav Dyadichkin. Tetapi hasilnya hanya
menempatkan Hari Fitrianto di urutan ke-17 klasemen umum perorangan.
Sementara tahun ini sejak etape keempat, tersisa dua pembalap, setelah Jimmy
Pranata dan Christopher Antonius tidak finish.
Selain masuknya Hari dan
Herwin di urutan 20 besar, klasemen pembalap Asia Hari berada di posisi ke-7
dan Herwin di posisi ke-13. Hasil ini menyusul etape terakhir yang menempuh
nomor kriterium di kota Taipei dengan menempuh jarak 60 km. Dimana kedua
pembalap masuk di rombongan depan dengan catatan sama dengan pemenang etape,
Kiendys Thomasz (Poloandia/ Merida Europe) dengan catatan waktu
sama.
Kedua pembalap Polygon Sweet
Nice ini tertinggal posisi dengan pemenang etape. Dimana Hari masuk di
urutan ke-58, sementara Herwin di posisi ke-36. Tidak banyak pengaruh, meski
finish diurutan ke berapa saja. Masalahnya catatan waktu yang kita bukukan
sama. Dan hasil ini bagi tim, sudah maksimal,” imbuhnya.
Etape 5
Posisi Pembalap PSN
Masih Stabil

Photo: @cyclingnews
Surabaya - Etape kelima
Tour of Taiwan, Kamis (12/3) tidak banyak mengubah klasemen perorangan
maupun tim. Hal ini disebabkan seluruh pembalap masuk dalam rombongan besar
dengan catatan waktu yang sama, 3 jam 20 menit, 05 detik dan dimenangi
pembalap Seoul City, Park Seon Ho.
Tentu saja hasil ini tidak membawa perubahan, dimana yellow jersey masih
dikenakan pembalap Drapac Porsche, Peter McDonald. Demikian juga dengan
klasemen pembalap Asia, masih dimiliki pembalap timnas Kazakhstan, Roman
Ziyentayev.
Bagi
satu-satunya tim asal Indonesia, hasil etape kelima kemarin belum
mengantar dua pembalap tersisa Polygon Sweet Nice beranjak dari posisi
klasemen. "Kita masih berada di stabil di peringkat
klasemen umum, dimana seluruh pembalap mencatatkan waktu yang sama.
Tentu hasil ini tidak diharapkan seluruh pembalap, karena tak ada
perubahan," terangnya.
Polygon Sweet Nice berharap
bisa mengubah keadaan pada etape keenam hari ini yang menempuh circuit race
di kota Taipei sejauh 134 km. Dalam etape keenam
ini terdapat tantangan, berupa dua tanjakan yang memperebutkan
King of Mountain (KOM). Dua tanjakan tersebut diakui tidak terlalu tinggi,
hanya 350 mdpl dan 250 mdpl.
Dari profile-nya
memang tak begitu
memberi tantangan berarti bagi seluruh pembalap. Tanjakan
demikian sudah menjadi santapan sehari-hari. "Tapi
jangan salah. Sekalipun tak lebih dari 1000 mdpl, bila langsung naik
tajam, tetap bisa menyulitkan pembalap. Pasti
rombongan akan terpecah-pecah," imbuh pengusaha makanan asal Surabaya itu.
Dua pembalap Polygon Sweet
Nice yang tersisa, Hari Fitrianto dan Herwin Jaya tentu harus bekerja
ekstra. Masalahnya mereka tidak lagi mendapat sokongan dari dua pembalap
lain yang sudah tidak melanjutkan balapan karena tak finish, Jimmy Pranata
dan Christopher Antonius. Praktis kedua pembalap asal Probolinggo itu akan
mati-matian berjuang seorang diri.
"Keduanya akan menjadi
pembalap pekerja, dan harus saling mendukung untuk kepentingan tim. Terus
terang, dengan dua pembalap tersisa, pasti pekerjaan akan jauh lebih berat
dan sulit," terangnya. "Kami sudah tidak memungkinkan untuk melakukan strategi
kuncian menghadapi pembalap lain. Saat ini yang
kami pikirkan, bagaimana tetap berada di garis depan," imbuhnya. (*)
Etape 4
Hari Fitrianto Naik Peringkat Klasemen Umum

Photo: @cyclingnews
Surabaya - Perjuangan
Polygon Sweet Nice melakoni Tour of Taiwan hampir pasti berakhir. Seiring
dengan tidak finish-nya pembalap muda, Jimmy Pranata pada etape keempat,
Rabu (11/3) di Changhua 138.8 km dan menyisakan dua pembalap.
Praktis untuk memperebutkan
klasemen tim, sudah tak ada peluang. Polygon Sweet Nice kini tinggal
berharap pada Hari Fitrianto dan Herwin Jaya. Kebetulan kedua pembalap itu
masih bertahan hingga etape keempat yang menempuh circuit race.
Pada etape keempat kemarin memberi tantangan menempuh medan tanjakan. Meski
tidak terlalu tinggi, namun lepas start pembalap langsung
menghadapi tanjakan cukup tinggi. Hal ini
yang membuat rombongan terpecah-pecah. Ini bisa dibuktikan dengan catatan
waktu yang dibukukan sejumlah pembalap pada etape keempat kemarin. Hanya ada
empat pembalap terdepan yang menyentuh garis finish dengan catatan waktu
sama. Shinri Suzuki (Shimano Racing
Team), finish terdepan disusul Taiji Nisitani
(Aisan), Ahmad Haidar Anuar (Malaysia), dan Peter McDonald (Drapac Porsche)
dengan waktu sama, 3 jam, 09 menit, 04 detik.
"Sepintas, etape ini mudah. Tetapi
sesungguhnya cukup berat untuk dilalui. Apalagi kami harus bekerja dengan
tiga pembalap, dan satu pembalap sudah tidak melanjutkan lomba," terang
Harijanto.
Hari Fitrianto finish di posisi ke-19 atau rombongan ketiga terpaut, 11
detik dengan pemenang etape. Sementara rekannya, Herwin Jaya berada di
posisi ke-23 terpaut 14 detik dengan grup
terdepan.
Bahkan Herwin harus masuk rombongan keempat.
Sementara peleton terpecah hingga menjadi 20 bagian.
McDonald, meski finish di urutan keempat, namun dia berhak memakai yellow
jersey, dengan total waktu 10 jam 11
menit 15 detik. Hari Fitrianto melesat
posisinya di General Classification (GC) dari peringkat ke-30 ke posisi 19
dengan total waktu 10 jam 11
menit 26 detik. Sedangkan Herwin berada di
urutan ke-39 melesat ke urutan 23, terpaut 14 detik dengan pemimpin lomba.
Pada etape kelima, melombakan nomor road race
di kota Hsinchu yang sepenuhnya flat. "Semoga hari ini kami bisa
memanfaatkan peluang. Terus terang menempuh road race memungkinkan mengejar
catatan waktu, meski cukup berat," terang pengusaha makanan itu. Dia
menambahkan, pertarungan di medan flat akan tersaji sejak start semu dimulai
hingga garis finish etape lima. (*)
ETAPE 3
Herwin Jaya Finish 20 Besar
Surabaya
- Tidak banyak perubahan klasemen
umum Tour of Taiwan hingga memasuki etape ketiga,
Selasa (10/3). Circuit race etape ketiga di kota
Taichung menempuh 88 km, dan masih menempatkan Roman Ziyentayev sebagai
pemilik Yellow Jersey, dengan total waktu 7 jam 2 menit 5 detik.
Etape keempat dimenangi pembalap Polandia Jezowski
Krzysztof yang tergabung Merida Europe Team, 1 jam
52 menit 25 detik.
Catatan waktu ini sama dengan 86 pembalap yang masuk dalam rombongan
terdepan.
Di antara 86 pembalap tersebut terdapat tiga
pembalap Polygon Sweet Nice. Herwin Jaya finish di posisi ke-18, disusul
Jimmy Pranata 58, dan Hari Fitrianto di urutan 63.
Hasil ini belum banyak membantu Polygon Sweet Nice menaikkan posisi di
klasemen umum. Tim asal kota Pahlawan ini masih berada di peringkat ke-19
dari 23 tim. Namun catatan waktu yang dimilikinya sama dengan pemimpin tim,
Drapac Prosche, 5 jam 37 menit
15 detik.
Sementara untuk klasemen umum
pembalap, Hari Fitrianto naik satu tingkat ke posisi ke-30 klasemen umum,
atau tertinggal 47 detik dengan pemilik Yellow Jersey. Demikian juga dengan
Herwin Jaya naik satu tingkat ke posisi ke-39
tertinggal 1 menit 22 detik,
dan Jimmy Pranata naik lima tingkat ke peringkat 85 tertinggal 5
menit 50 detik dengan
pimpinan klasemen umum Ziyentayev.
Direktur Polygon Sweet Nice
Harijanto Tjondrokusumo mengakui hasil ini cukup
lumayan dibanding etape sebelumnya. Polygon Sweet Nice harus kehilangan satu
pembalapnya, Christopher Antonius yang gagal
finish di etape kedua. "Sekalipun kami memiliki
tiga pembalap, tetapi hari ini sudah cukup lumayan. Terbukti dengan adanya
perbaikan posisi klasemen, meski hanya tidak banyak kenaikannya," terang
Harijanto.
Pada etape keempat menempuh
jarak 138,8 km start finish di kota Changhua. Etape keempat ini masih
menempuh circuit race, dengan sedikit tanjakan. Dari profile stage yang
dikeluarkan, tanjakan yang dilalui tidak terlalu tinggi. Tetapi langsung
mendaki dan tidak landai. Dipastikan tanjakan bisa langsung membuat pembalap
tertinggal.
"Memang tidak terlalu tinggi
dan tidak terlalu jauh. Tetapi langsung menanjak. Kadang, pembalap bisa
langsung keteteran menghadapi tanjakan seperti ini," tandas Harijanto. Meski
tersisa tiga pembalap, Polygon Sweet Nice memiliki dua pembalap yang diakui
sebagai climber, Hari dan Herwin. Sedangkan Jimmy diharapkan bisa menjadi
pembalap pekerja. (*)
ETAPE 1
ujian pembalap muda
Surabaya
- Mengawali race pertamanya,
Tour of Taiwan 8-14 Maret 2009 yang masuk dalam
kalender UCI, Polygon Sweet Nice tak
terbebani dengan target. Polygon Sweet Nice
berharap bisa menambah pengalaman dan kekuatan. Hal ini didasari pada
kekuatan yang mereka bawa cukup minim.
Hanya empat pembalap yang dibawa dari Indonesia dan semuanya adalah putra
daerah. Tak satu pun pembalap asing yang
disertakan dalam race calendar pertamanya di Taiwan ini.
Terlebih dua dari empat pembalap itu tergolong baru, Christopher Antonius
dan Jimmy Pranata.
Direktur PSN Harijanto
Tjondrokusumo tak ragu dengan kekuatan yang dibawa hari ini. "Seperti
pengalaman tour sebelumnya, kami membawa satu pembalap baru dan minim
pengalaman. Nyatanya pembalap kami malah bisa bersaing," terangnya sehari
menjelang balapan dimulai.
Pembalap yang dimaksud adalah
Christopher "Pikachu" Antonius. Ini merupakan pengalaman keduanya setelah
Tour of Hainan 2008. Selain Christopher, Polygon
Sweet Nice juga menyertakan satu pembalap baru Jimmy Pranata. Pembalap
Mojokerto-Jawa Timur itu malah belum pernah sama
sekali turun di ajang internasional. Namun persiapannya sudah dimulai sejak
mengikuti Piala Wali Kota Mojokerto dan Piala Bupati Sidoarjo sebulan
silam.
Dua ajang itu diakui berbeda
dengan ajang yang akan diikutinya. "Memang. Tetapi bila melihat hasil
latihan maupun catatan waktu yang dibukukan, sudah waktunya terjun di
ajang internasional," beber pengusaha makanan itu.
Kedua pembalap muda itu akan
menopang dua pembalap senior lainnya, Hari Fitrianto dan Herwin Jaya.
Pembalap asingnya diakui belum bisa diturunkan pada Tour of Taiwan
ini. Selain faktor minimnya persiapan, pembalap asing yang dimiliki Polygon
Sweet Nice berasal dari pecahan Uni Soviet. Sementara belahan Eropa Utara
saat ini dilanda musim dingin. Praktis Polygon Sweet Nice hanya membawa
pembalap yang memiliki kesiapan yang disertakan.
Pada etape pertama, akan
menempuh nomor kriterium 88 km, 40 lap di seputar Love
River. "Seperti tahun-tahun sebelumnya,
pertarungan di Tour of Taiwan selalu tersuguh sejak
start sampai finish, karena semua etape sepenuhnya flat. Jadi pada
etape pertama ini kami harus bisa menghemat tenaga, dan berusaha memasukkan
semua pembalap di rombongan depan," tandasnya. (*)
Polygon Sweet Nice Ikuti
Tour of Taiwan

Surabaya - Selama dua bulan,
nyaris tak ada kompetisi yang diikuti Polygon Sweet Nice (PSN). Dalam kurun
waktu itu, klub yang didukung Polygon ini sibuk menata diri sebelum
mendaftar sebagai Asia Continental Team.
Dan mulai bulan Maret
mendatang, PSN dijadwalkan memulai kompetisi di Asia. Balapan pertama adalah
mengikuti Tour of Taiwan, 8-14 Maret. Lomba ini menandai dimulainya kegiatan
tim yang sudah empat musim berkiprah di level continental itu.
Direktur PSN Harijanto
Tjondrokusumo mengungkapkan jumlah peserta yang bakal berlaga di Tour of
Taiwan tercatat sebanyak 23 tim continental, termasuk lima tim nasional di
dalamnya. "Kami sudah mendapat undangan dari pihak penyelenggara bersama 22
tim lainnya," terang Harijanto, Rabu (11/2).
Mayoritas, tim-tim tersebut
rutin berlaga setiap tahun dalam ajang ini. Selain PSN, terdapat pula tuan
rumah Giant Asia Racing Team, Merida Europe Team, Drapac Porsche, Aisan
Racing, Seoul Cycling, Team Skil Shimano, timnas Jepang, dan timnas
Malaysia. Sementara terselip peserta baru seperti timnas Mongolia,
Kazakhstan, dan Cosmote Castro Yunani.
Bagi Polygon Sweet Nice,
diantara tim lama itu kerap dijumpai di berbagai event. Demikian juga dengan
timnas Mongolia, Kazakhstan, dan Cosmote Castro. Ketiga tim baru itu pernah
dijumpai, meski tak terlalu sering.
"Tahun lalu kita berjumpa
dengan Kazakhstan di Tour of East Java dan Cosmote Castro di Tour of Hainan.
Jadi materi dan pengalaman kita hampir berimbang," imbuh pengusaha makanan
itu.
Dengan kekuatan lawan yang
saat ini terdaftar dalam Tour of Taiwan, PSN belum menerbitkan pembalap yang
akan diturunkan. Tim yang ditopang produsen makanan dan sepeda itu perlu
memelajari medan yang akan dilalui. Umumnya Tour of Taiwan rata-rata
menempuh medan flat. Sehingga tidak terlalu membutuhkan climber dan
sepenuhnya membawa sprinter.
Lima pembalap yang
dipersiapkan adalah Herwin Jaya, Hari Fitrianto, Alexander Dyadichkin, Jimmy
Pranata, dan Antonius Christopher. "Hampir pasti lima pembalap yang saat ini
di Indonesia bakal ikut. Sedangkan pembalap baru seperti Sergey Koudentsov,
Artyom Golovachshenko, Roman Krasilnikov, dan Kiril Kazantsev, akan kami
lihat kondisinya. Khusus untuk Dyadichkin akan diuji dahulu melalui Bupati
Sidoarjo Cup pertengahan bulan ini. Bila lulus uji, akan kami bawa ke
Taiwan. Cadangannya, kemungkinan Yevgeniy Yakovlev atau Timofeev Artemiy,"
tandasnya. (*)
|
|
PSN Banjir Lamaran
Surabaya
- Prestasi klub balap sepeda Polygon Sweet
Nice (PSN) di penghujung tahun ini
masih belum cukup menggembirakan. Namun
sebagai klub Indonesia satu-satunya berperingkat Continental-Asia, klub PSN
tetap memiliki keunggulan tersendiri. Daya tarik
ini membuat banyak pembalap memiliki hasrat untuk bergabung
dan membela klub yang bermarkas di Surabaya ini.
Dua pentolan Trek Marcopolo
Sergei Kudentsov (Russia) dan Jai Crawford (Australia) sudah menyatakan
keinginannya untuk bergabung. Demikian juga dengan sejumlah pembalap dari
Kanada, dan negara-negara pecahan Russia lainnya yang
juga menyatakan minatnya.
Seperti yang disampaikan
Direktur PSN, Harijanto Tjondrokusumo,
mengenai situasi timnya yang
kini banyak menerima lamaran dari pembalap-pembalap asing. “Cukup
banyak pembalap yang ingin bergabung. Tidak sebatas Jai Crawford dan Sergei
Kudentsof saja. Ada pembalap dari Belanda yang juga mengirim data untuk
bergabung," terangnya.
Dari surat
elektronik yang diterima manajemen PSN, menyebutkan setidaknya di
penghujung kompetisi 2007-2008,
cukup banyak lamaran yang masuk. Pembalap yang
melamar ini memiliki alasan yang berbeda. Ada pembalap yang sudah tak
diperpanjang klubnya, dan ada pula yang ingin mencari suasana baru. Namun
sebagian besar pembalap-pembalap
tersebut ingin mencari suasana baru.
Hanya saja manajemen PSN terbentur dengan permintaan gaji yang cukup tinggi.
Meski tak menyebut angka, namun gaji yang disodorkan ke manajemen cukup
besar. "Rata-rata gaji yang diminta sama dengan
klub sebelumnya, terus terang kami tak mampu. Tetapi kalau disamakan dengan
pembalap PSN lainnya, mungkin masih masuk akal," urainya.
Banyaknya permintaan ini tak
membuat PSN terburu-burur merekrut. Sekalipun pembalap yang melamar itu
banyak yang sudah memiliki nama besar, namun PSN masih memertahankan skuad
yang ada. Sebut saja Sergei dan Jai merupakan figur yang sudah teruji
ketangguhannya. Sergei saat ini bergabung Team Sports Macau dan baru saja
menyelesaikan balapan Tour of South China Sea. Dalam balapan itu dia
mengukuhkan diri sebagai sprinter dengan poin tertinggi
dengan 61 angka.
Tim yang ditopang perusahaan
makanan dan sepeda itu tetap konsen dengan pembalap mudanya. Bahkan tahun
depan, PSN memproyeksikan tiga pembalap muda, Alexander Dyadichkin, Jimmy
Pranata, dan Christopher Antonius. "Ketiganya perlu penambahan jam terbang,
karena masih minim pengalaman," tandasnya.
|
|
PSN Seleksi Pembalap Untuk Tour of Hainan
Surabaya - Polygon Sweet Nice (PSN) kini tengah menyeleksi pembalap yang akan diturunkan dalam lomba Tour of Hainan, China, 11-18 November 2008. Herwin Jaya, Hari Fitrianto, Yegeniy Yakovlev, Vyacheslav Dyadichkin dan Timofeev Artemiy, dipastikan bakal mengisi daftar skuad PSN. Kelima pembalap ini telah terbukti cukup solid dalam setiap lomba yang diikuti PSN. Sementara tiga pembalap baru dari Kazakhstan, Kirill Kazantsev, Timur Abeldinov, dan Artyom Golovachsenko, masih harus saling bersaing untuk mengisi 2 kursi tersisa.
"Kami perlu melihat kondisi terakhir dari tiga pembalap baru ini. Pasalnya, balapan di Hainan nanti tergolong keras dan berat. Dua kursi untuk mengisi squad tim masih diperebutkan hingga menjelang keberangkatan nanti,” jelas Harijanto Tjondrokusumo, Direktur PSN.
Selain telah naik peringkat dalam UCI Asia Tour dari 2.2 menjadi 2.1, Tour of Hainan tahun ini juga membolehkan penambahan skuad pembalap dari 6 menjadi 7 pembalap dalam setiap tim. Dari profil rute yang diterima kubu PSN, diakui tak begitu jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Delapan etape yang dilombakan terdapat tiga etape tanjakan, etape 3, 6 dan 7.
"Bagi kami tiap etape memiliki karakter masing-masing. Ketiga etape tanjakan juga tak terlalu berat namun berulang-ulang, sehingga cepat menguras stamina. Secara umum etape yang dilombakan termasuk flat, tentu saja ini bakal butuh konsentrasi tinggi dan penerapan strategi tim yang matang," tandas Harijanto.
PSN sendiri tak memasang target terlalu muluk. Meski demikian, PSN tetap berharap mampu memperbaiki peringkat. Tahun lalu PSN bertengger di peringkat ke-5 Team Classification. Sedangkan untuk Final General Classification, Herwin Jaya berada di posisi ke-30 dari keseluruhan 103 pembalap.
|
|
Tour Hong Kong-Shanghai
PSN Berharap Perbaiki Hasil Tahun Lalu
Surabaya – Persaingan sengit Tour Hong Kong-Shanghai yang akan berlangsung pada 19 - 25 November 2008 mendatang, telah menanti tim balap sepeda asal kota pahlawan, Polygon Sweet Nice (PSN).
Lomba perdana yang diikuti PSN di awal musim kompetisi balap sepeda 2008-2009 tersebut, diakui tak bakal semudah tahun lalu. Dipastikan tim-tim terbaik Asia akan turun di kompetisi perdana ini. "Sejauh ini saya belum bisa memastikan tim mana yang sudah mendaftar. Yang pasti, akan banyak klub balap sepeda papan atas Asia akan hadir, karena ini kompetisi perdana di kawasan Asia," terang Direktur PSN Harijanto.
Meski demikian, PSN sudah memasang target mendapat hasil lebih baik dari tahun lalu. Setahun sebelumnya, prestasi PSN dalam Tour Hongkong-Shanghai terbukti cukup membanggakan. Tim berperingkat UCI Continental ini mampu finish di posisi ke-8. Demikian pula dengan pembalapnya, Hari Fitrianto, berhasil menembus posisi ke delapan pada Klasemen Umum.
Ketatnya persaingan dalam Tour Hong Kong-Shanghai tahun ini, juga ditambah dengan makin banyaknya jumlah etape yang dilombakan. Tahun lalu, lomba ini hanya menggelar enam etape, sedangkan kini meningkat menjadi 10 etape. Ini menandakan bila balapan yang mengambil start di Hong Kong dan finish di China itu bakal semakin berat.
"Rata-rata balapan di kawasan Asia sudah melombakan lebih dari 6 etape. Itu sebabnya kami sudah mempersiapkan dengan membawa pembalap baru," lanjut Harijanto. Saat ini PSN diperkuat pembalap-pembalap muda asal Kazakhstan. Mereka adalah Roman Ziyentayev, Kirill Kazantsev, Timur Abeldinov, dan Artyom Golovachsenko.
Dari empat pembalap baru itu, hanya dua pembalap yang dipersiapkan mengikuti Tour Hong Kong-Shanghai, yakni Ziyentayev dan Kazantsev. Sedangkan lainnya menjadi pembalap cadangan. PSN sengaja memasang Ziyentayev dan Kazantsev karena sudah teruji saat Tour de East Java bulan April silam. Terlebih kedua pembalap ini memiliki kemampuan di tanjakan maupun rute-rute datar.
"Ziyentayev merupakan pembalap yang memiliki kemampuan ganda. Meski ia bukan seorang sprinter. Setidaknya basic-nya sebagai pembalap MTB bisa menjadi modal untuk bertarung di medan flat," paparnya.
Selain Ziyentayev dan Kazantsev, PSN tetap mengandalkan muka-muka lama seperti dua pembalap lokal Hari Fitrianto dan Herwin Jaya. Tak ketinggalan pembalap asal Kazakhstan lainnya, Vyacheslav Dyadichkin dan Yevgeniy Yakovlev, serta pembalap asal Rusia, Artemiy Timoveef. Keenam pembalap inilah yang akan mewakili PSN dalam Tour Hong Kong Shanghai 2008.
Persiapan Maksimal
Persiapan yang dilakukan PSN sampai saat ini sudah maksimal. Hanya saja profile stage resmi dari pihak penyelenggara belum juga kunjung diumumkan. Alhasil Hari Fitrianto dan pembalap lainnya masih buta dengan rute yang dilombakan.
Seperti yang disampaikan Direktur PSN, Harijanto Tjondrokusumo, dari etape yang dilombakan tahun lalu, sebagian besar rutenya tak sama dengan pelaksanaan tahun ini. “Sejauh ini kami belum menerima profile stage dari pihak penyelenggara. Mungkin awal Oktober akan dirilis ke seluruh tim," terang Harijanto.
Sebagai antisipasinya, seluruh pasukan yang dipersiapkan mengikuti tour pertama di awal kompetisi ini dimaksimalkan. Tak tertutup kemungkinan race yang ditempuh tak jauh beda dengan tahun lalu, yakni menempuh rute panjang.
Meski belum menerima data, PSN menilai karakter rute yang dilombakan tahun ini tak jauh berbeda. Medan datar masih mendominasi sepanjang rute yang ditempuh. Namun diyakini ada satu atau dua rute yang menempuh medan circuit race dengan sedikit tanjakan.
"Kalau melihat pengalaman tahun lalu, Tour Hong Kong banyak didominasi medan flat. Seperti rute pertama Hong Kong Stage dan Jiangsu Ttaicang Stage, kemungkinan sedikit ada rolling-rolling tanjakan. Tapi tak terlalu tinggi," lanjutnya. Hanya saja Harijanto tidak menyebut pastinya panjang etape yang dilombakan. Sehingga PSN belum bisa memilih stage yang akan dijadikan penentuan perebutan juara.
Sementara lawan-lawan yang akan dihadapi PSN dalam Tour Hongkong-Shanghai, sudah dikirim oleh pihak panitia. Tim yang paling ditakuti adalah jawara Asia musim 2007-2008 asal Iran, Tabriz Petrochemical. Demikian juga dengan Aisan (Jepang), Doha Team (Qatar), Skill Shimano (Belanda), Marcopolo (China), Hong Kong Team (Hong Kong) dan L2A (Malaysia).
Selain itu masih terdapat tim sekelas City of Perth (Australia) dan dua tim asal Eropa, Denmark dan Swiss, serta satu tim asal Afrika Selatan.
"Kalau melihat tim-tim dari Asia, kita sudah terbiasa berjumpa dan yang paling mengagumkan adalah Tabriz. Sedangkan tim dari Eropa, kecuali Skil Shimano dan Afrika Selatan, kami belum pernah berjumpa," tandasnya.
|
|
PSN Agendakan 10 Tour Internasional
Surabaya - Memasuki musim kompetisi balap sepeda 2008-2009, Polygon Sweet Nice (PSN) telah mengagendakan 10 tour internasional yang bakal diikuti. Jumlah itu tak jauh beda dengan keikutsertaan PSN pada musim-musim sebelumnya di ajang Asia Tour.
Jumlah itu dianggap ideal karena disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang dimiliki satu-satunya klub Continental di Indonesia itu. Namun dari 10 tour itu tak semuanya akan diikuti, bisa berkurang atau justru malah bertambah.
Direktur PSN Harijanto Tjondrokusumo, menjelaskan jumlah itu tidak jauh berbeda dengan tour yang diikuti dalam dua tahun terakhir. "Kami memiliki tiga tour UCI dan satu balapan non UCI di awal kompetisi tahun depan," terang Harijanto. Tiga tour UCI diawal kompetisi adalah Tour Hong Kong-Shanghai, Tour of Hainan, dan Tour de Indonesia. Sementara satu tour non UCI Perlis Open.
Sementara tujuh tour lainnya yang sudah disiapkan adalah, Jelajah Malaysia, Tour de Langkawi, Tour de Taiwan, Tour East Java, dan Tour Korea-Japan. Sementara dua tour yang menjadi cadangan adalah Tour of South China Sea dan President Tour of Iran. Dua tour ini masuk sebagai cadangan karena dianggap cukup mahal. Selain jarak pelaksanaannya juga berbarengan dengan peak season.
Dari 10 tour itu, PSN berharap bisa menembus papan atas klasemen UCI Asia. Saat ini PSN masih berkutat di papan tengah dan belum bisa bersaing dengan tim-tim besar. Terutama klub balap sepeda dari Asia Barat, seperti Iran dan Qatar.
“Target kami memperbanyak poin, agar bisa menyejajarkan dengan tim-tim besar di Asia," imbuh Harijanto optimis.
Sementara untuk tiga tour pembuka, PSN berharap bisa mengawali dengan manis. Tim ini juga baru saja merombak susunan pembalapnya. Nama Budi Santoso dan Riza Pahlevi sudah tak masuk starting line-up. Sebagai gantinya, PSN memasukkan tiga pembalap asal Eropa Timur.
Kirill Kazantsev, Timur Abeldinov, dan Artyom Golovachsenko masuk sebagai pembalap baru.
Ketiga pembalap asal Kazakhstan ini menyusul tiga rekannya, Yevgeniy Yakovlev, Vyacheslav Dyadichkin, dan Roman Zhiyentayev yang sudah lebih dahulu memperkuat PSN. Selain itu masih ada satu pembalap asal Rusia lainnya, Artemiy Timofeev. Empat nama terakhir inilah yang disiapkan mengikuti tiga tour pembuka bersama dua pembalap lokal, Hari Fitrianto dan Herwin Jaya mewakili Polygon Sweet Nice Indonesia.
|
|